Ririn Paris

Just my simple blog

Pengalaman ospek

Setiap tahun ajaran baru pasti akan menerima siswa atau mahasiswa baru. Pastinya akan ada acara yang akan dilaksanakan di setiap awal tahun ajaran. Apakah itu? OSPEK. Ajang buat kita kenal lingkungan baru kita, ajang tambah temen, dll.
Pastinya tiap orang punya pengalaman sewaktu ospek kan? Cerita dong pengalamannya waktu ospek…
Mau cerita ospek waktu kuliah. Ospek waktu kuliah tidak semengerikan yang dibayangkan, dan tidak sekejam ospek waktu SMA. Dulu di suruh pake pakaian kemeja putih, celana panjang item , sepatu item. Di suruh buat karangan, kliping, surat, resume berita. Bayangkan hr pertama udah telat..hehe..dapat hukuman ngeresume berita di tv deh. O,iya dulu gak boleh bawa hp. Dan tau kah efeknya, kita jd gak tau waktu dan pulangnya telat. Dateng suruh tepat waktu tapi pulang gak tepat waktu.hehe..
Bagi-bagi cerita tentang pengalaman waktu ospek dong…

Filed under: kuliah, , , , ,

5 Responses

  1. Budi mengatakan:

    Hmm… pengalaman gue di FK tahun 1998, dan waktu itu ospek universitas masih lumayan parah. Maklum, waktu itu kan reformasi masih baru mulai jadi HAM masih belum terlalu diperhatikan. Jadilah waktu itu kita semua mahasiswa baru masih disiksa-siksa nggak jelas sama para senior.

    Selama seminggu cuman boleh pake baju seragam putih-putih yang nggak boleh dicuci (dikasih cap sebagai tanda, kalo dicuci cap-nya hilang). Wew… begitu hari ke-7 seruangan baunya udah nggak karuan. Nggak kebayang para calon dokter kok baunya seperti itu. Huek…

    Trus kalo nggak salah di hari ke-3 dikasih tugas semua CaMa & CaMi (sebelum kelar ospek kita semua dianggap belum jadi mahasiswa, hiks…) masing-masing harus bawa kodok. Senior2 sih bilangnya tuh kodok-kodok dikumpulin buat ntar dipakai praktek kuliah biologi (yeah… kita bedah kodok). Tapi sebelum dikumpulin, kita semua disuruh nyium tuh kodok yang kita bawa. Huekkk…

    Tiap hari kerjanya jalan jongkok kemana-mana, dibentak-bentak, dimaki-maki, dinista-nista, dihina-hina, pokoknya intinya para junior dianggap bukan manusia.

    Peraturan abadi yang pasti diberlakukan untuk ospek di semua tempat:
    Pasal 1. Senior selalu benar
    Pasal 2. Junior selalu salah
    Pasal 3. Kalau senior salah, kembali ke pasal 1
    Pasal 4. Kalau junior salah, kembali ke pasal 2

    Pasal-pasal itu selalu menjadi dasar bagi para senior untuk menghukum para junior. Waktu hari pertama selesai, diumumkan supaya besoknya semua junior sudah kumpul di kampus jam 7 pagi. Ternyata, bukan jam 7 pagi WIB, tapi jam 7 pagi waktunya para senior, yang mana artinya jam 4 subuh.

    Mana kita tahu kalo seperti itu? Jadinya di hari ke-2 semua junior telat (menurut para senior), jadilah kita semua disiksa habis-habisan.

    Di hari kedua itu juga ada acara paling barbar yang pernah gue ikuti. Acaranya gini. Para senior menaruh setumpuk kaos ospek dan mereka mengumumkan bahwa kaos di tumpukan itu jumlahnya lebih sedikit daripada para junior. Tugas para junior adalah rebutan kaos-kaos itu, dan bagi siapa yang nggak kebagian kaos, maka dia harus mengulang ikut ospek tahun depan.

    Emang sih itu tipuan klasik. Sebenarnya jumlahnya nggak kurang. Tapi karena tipuan itu para junior jadi saling menyerang nggak jelas waktu rebutan kaos itu. Semua orang jadi kelihatan seperti binatang buas. Hhh…

    Bahkan setelah ospek selesai, kita masih dikasih daftar baju seragam yang harus dipakai selama 1 semester. Senin putih-putih, selasa kaos merah dan jeans, rabu batik, dst.

    Tapi yang terparah adalah, di tahun 1999 tiba-tiba rektor menghapuskan ospek yang parah itu dan ospek yang waktu dua lamanya 7 hari, di tahun 99 jadi cuman tinggal 3 hari. Kita yang di angkatan 98 pastilah agak gondok karena kita jadi angkatan terakhir yang ngerasain di bantai-bantai gitu.

    Yah… sedikit banyak kita di kedokteran masih bersukur sih. Karena selama ospek berlangsung kita berpapasan dengan anak-anak tehnik mesin yang semuanya diguyur oli dan baju mereka juga nggak boleh dicuci, jadi selama seminggu mereka pakai baju yang hitam kelam karena oli. Trus kita juga ngeliat anak-anak cowok di fakultas desain yang disuruh buka baju sampe cuman tinggal celana dalam doang dan mereka semua disuruh guling-guling di tempat parkir.

    Oh well… itulah sebagian dari pengalaman ospek gue. The last of the brutal, heartless, sadistic, inhuman generation of Indonesian academic world. Hahaha…

  2. Budi mengatakan:

    Sori, pasal 4 seharusnya berbunyi: “Kalau junior benar kembali ke pasal 2″

    Hehehe…)

  3. maramis mengatakan:

    ngeri banget cerita di komennya……dahsyat emang ospek ya?

    saya juga punya cerita tentang ospek tuh….di sini nih

    http://maretkamis.blogspot.com/2008/08/suatu-masa-yang-indah-bernama-ospek.html

  4. ririn mengatakan:

    Wah…ospek yg mengerikan…

  5. Jiwa Musik mengatakan:

    jd inget waktu jd bos ospek wakakakak…… aturan2 tsb juga berlaku buat panitia, tinggal ganti senior jd bos, dan junior jd panitia hueh he he….

    selain itu, dg dana dr sana-sini, kita scr swasembada sewa tim psikolog dan dokter selama ospek, bahkan ambulan pun udah disurvey dan dikontak. so gak ada yg mengerikan kok, dan lagian kalo pun sampe terjadi apa2 seharusnya panitia tanggung jawab, dan si bos ospek lah yg pertama digantung …. dg ato tanpa alesan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: