Hari ini aku punya anak les baru. Sedikit tertohok ketika dia bertanya tentang absensi les. karena biasanya kalo dia les ada absensinya. Trus ku jawab aja “Ini gak biasa”. tapi berterima kasihlah anak les ku mengatakan tentang kartu absensi. Hal ini bisa menjadi sebuah masukan. Mulai hari ini mau buat kartu absen deh. Biar lebih teratur dan tampak lebih profesional.
Kita dapat saja mengatakan “Nanti sajalah, dicatet dirumah aja” tapi hal ini bisa meunjukkan kita kurang prosesional. Walaupun kita hanya guru les privat yang berdiri sendiri (guru privat yang tidak tergabung dalam bimbel), kita tetap harus punya kartu absensi. Jadi inget ketika SMA pernah les juga dan guru privatnya punya kartu les.
Bebarapa hal yang sebaiknya ada di dalam kartu absensi les, antara lain 1. Tanggal les
2. Tanda tangan
Tanda tangan anak les kita.
3. Nama anak les
4. Materi les
Biar kita inget udah mengajari sampai mana saja dan memudahkan untuk review materi lagi.
Mengenai format yang akan dibuat itu terserah selera saja.
Filed under: Celotehan, kartu absensi, les
Ha, ini memang salah kaprah yang sering terjadi di mana saja. Istilah absen itu menunjukkan yang tidak hadir. Ingat di SD dulu hanya anak yg gak masuk saja ditulis di papan absen. Sedangkan yg masuk dicatat di buku hadir (presensi).
Salam. Achmad Fauzi Surabaya.
hmm… benar juga ya pak. Terima kasih atas keterangannya. Tapi memang saya lebih sering mendengar “Udah absen belum?” atau “Lembar absensinya sampai mana?”…