Ririn Paris

Just my simple blog

Tangan lecet

Gara-gara main badminton kemarin tanganku sampai lecet. Ini baru pertama kalinya terjadi, gara-gara badminton tangan jadi lecet.
But… ini memberikanku sebuah pelajaran.
Ketika aku bermain badminton, aku bisa bermain bebas lepas walaupun aku merasakan perih di tanganku. Ketika aku merasakan perih, aku tidak melihat tanganku, aku terus saja bermain.
Sampai akhirnya ketika aku bertanding, tidak mengaja aku melihat tanganku, dan taukah apa yang terjadi? Tanganku lecet. Disitulah aku baru merasakan sakit bahkan tidak bisa bermain dengan maksimal sempat terpikir olehku untuk berhenti bermain. Tapi akhirnya aku terus bermain walaupun perih. Saat bermain aku berusaha berpikir “Anggap saja tidak lecet”, sama seperti ketika aku merasakan perih tapi tidak melihatnya.
Kenapa ya ketika aku sadar bahwa tanganku lecet, aku jadi merasakan lebih perih? takut bermain yang berakibat akan semakin membuat lecet.
Aku tiba-tiba berpikir itu pula tentang kehidupanku. Saat aku tidak memikirkan tentang kekuranganku, aku bisa bebas atau berani mengekspresikan diri tapi ketika aku memikirkan tentang kekuranganku, aku merasa menjadi pribadi yang tidak maksimal. Takut salah, takut gagal, takut gak bisa. Kadangkala cuek itu perlu dan tidak peduli dengan kekurangan pun pantas untuk dilakukan.
Saat melihat tanganku yang lecet, aku melihat bahwa rasa “kekurangan” itu perlu dilawan agar lebih bisa mengekspresikan diri.

Filed under: Celotehan

2 Responses

  1. nadiaztonama mengatakan:

    Tapi masih bisa nulis ya?, … http://nadiaztonama.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: