Ririn Paris

Just my simple blog

Pelayanan kepada pelanggan

Kadangkala suka mangkel kalo beli barang tapi pelayannya tidak melayani dengan baik. Terkesan sok jual mahal. Jadi males beli. Kalo ada waktu aku lebih memilih untuk pindah toko aja.

Filed under: Celotehan

Rasa Penasaran

Rasa penasaranlah yang kadangkala mendorong kita untuk melakukan suatu hal yang orang lain untuk melakukannya. Hari ini saya penasaran dengan laporan yang sudah selesai di buat. Saya penasaran dari mana angka-angka itu ada. Saya coba mencari asal angka-angka itu berdasarkan dokumen yang ada. Setelah saya cari-cari ada beberapa angka yang belum saya temukan. Saya mencoba bertanya kepada senior saya dari mana angka ini ada. Saya beserta senior akhirnya mencari bersama-sama. Sampai akhirnya masih ada satu angka yang belum ketemu. Saya coba ulang asal muasal angka tersebut dan ternyata hasilnya benar. Ada beberapa perhitungan yang kurang tepat sehingga saya tidak menemukan angka yang di cari.

Filed under: Celotehan

Berbagi Ilmu

Ilmu itu perlu dibagi. Perlu disebarluaskan. Hari ini aku merasa sudah membagi apa yang bisa kulakukan. Walaupun hanya hal yang sepele tapi ternyata menyenangkan juga berbagi ilmu dengan orang lain.
Mari berbagi ilmu dengan sesama.
Satu hal lagi, ketika kita memiliki suatu ilmu (keahlian) maka orang-orang akan mencari kita.

Saya pernah mendengan hal ini “Siapa yang dapat berdiri dihadapan para raja?” Jawabannya adalah orang yang CAKAP dalam pekerjaannya. Hal tersebut berarti kita memiliki sesuatu yang orang lain tidak memilikinya. Ketika kita memiliki kemampuan maka kita akan di cari oleh orang lain.

Jangan pelit-pelit membagi ilmu dengan orang lain (kecuali resep rahasia ya..hehe).

Filed under: Celotehan , , , , ,

Teringat masa kecil

Pagi hari ini tiba-tiba saya teringat kejadian yang terjadi ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya ingat sekali posisi kelas saat itu. Saya duduk di deret bangku nomer 2 dari belakang. Saya duduk dengan teman saya yang bernama xxx. Nomer 2 dari kiri pintu masuk kelas. Kalau tidak salah, saat itu saya kelas 4 atau 5 SD. Kondisi meja SD saya bolong-bolong.

Memori yang saya ingat adalah saat itu sedang ada pembentukan kelompok untuk tugas keterampilan membuat bunga. Saya belum punya kelompok dan saya bertanya kepada teman sebangku saya “Kamu ikut kelompok siapa?”. Teman saya pun menjawab, “Aku ikut kelompok si A”. Kalau tidak salah, saya pun mencoba bertanya apakah masih bisa saya masuk kelompok tersebut. Tapi ternyata sudah tidak bisa karena guru mengatakan bahwa ada batas maksimal jumlah anggota kelompok.

Alhasil saya tidak punya kelompok. Saya berjalan pulang dengan keadaan sedih, kalau tidak salah saya pun menangis saat itu. Pada saat saya berjalan pulang, ibu saya menjemput saya dan melihat saya. Saya menceritakan kalau saya tidak dapat kelompok.

Setelah kejadian saya pulang sekolah, saya tidak ingat apa yang terjadi.

Nah… Ketika tugas keterampilan itu sudah mulai dilaksanakan. Saya duduk sendiri. Jelas sudah hal itu terjadi karena saya tidak punya kelompok. Saya mengerjakan tugas keterampilan membuat bunga itu sendirian. Peralatan dan perlengkapannya pun sudah saya bawa ke sekolah. Ketika saya sedang mengerjakan tugas keterampilan itu, ada seseorang yang bertanya (saya lupa apakah itu guru atau teman saya atau mungkin kedua-duanya), “Kok sendirian?”. Ku jawab saja, “Aku gak punya kelompok”.
Entah guru yang menyuruh atau teman ku yang menawari, akhirnya saya masuk kedalam kelompok teman saya (teman sebangku saya). Mungkin mereka iba dengan keadaan ku yang kata orang jawa “mesakke” alias kasihan. Tugas keterampilan itu tidak selesai saat pelajaran berlangsung sehingga kami (saya tidak sendiri lagi) mengerjakan tugas tersebut di rumah salah satu anggota kelompok.

Rasanya tidak mengenakkan ketika kita tidak dapat kelompok dalam mengerjakan tugas. Hal tersebut adalah hal yang selalu saya takutkan ketika ada pembentukkan kelompok. “Kira-kira bakal dapat kelompok gak ya?”. Tapi lambat laun hal tersebut bukanlah hal yang menakutkkan lagi. Bayangkan kejadian masa kecil tersebut bisa membuat saya takut dengan adanya tugas kelompok. Bukan karena tugasnnya tapi karena “apakah saya akan mendapatkan kelompok?”.

Secara tidak langsung hal tersebut sudah menyerang mental seorang anak kecil yang masih SD. Keadaan dimana anak-anak SD belum terlalu memahami bagaimana perasaan seorang teman yang tidak mendapatkan kelompok.

Kejadian di atas membuatku berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membiarkan seseorang sendirian karena saya tau betapa tidak menyenangkannya duduk sendiri dimana yang lain berkelompok atau bergerombol. Contoh yang sederhana adalah makan bersama. Duduk dengan orang yang sendiri atau ajak orang tersebut bergabung. Satu hal lagi yang menjadi pelajaran bagi ku dan tekad saya ketika SMP adalah “Saya harus punya teman sebanyak mungkin. Harus kenal orang sebanyak mungkin. Harus bergaul semaksimal mungkin”.

Terima kasih Tuhan atas masa kecil ku itu. Kejadian masa kecil itu memberi pelajaran yang berarti bagi ku. Aku pun berterimakasih karena Engkau telah mengingatkan aku akan kejadian itu pada pagi hari ini. Menemani seseorang itu menyenangkan. Jangan pernah tinggalkan teman karena hal itu menyakitkan.

Filed under: Celotehan , , ,

Semut

Semut.
“Malu aku malu pada semut merah…”. Jadi teringat lagu ketika masih SMA.
Semut, hewan yang kecil. Ada yang berwarna hitam dan merah. Semut biasanya di contohkan sebagai hewan yang RAJIN. Mengumpulkan makanan ketika musim hangat dan bisa menikmati makanannya ketika musim dingin. Musim dimana semut tak dapat mencari makan.

Semut juga menyapa teman-temannya ketika berpapasan. Apakah kita menyapa teman kita ketika kita berpapasan dengan mereka? Mari belajar menyapa orang yang kita temui. Minimal senyum. Tapi memang mungkin kita merasa mangkel kalau orang yang kita sapa tidak melihat kita bahkan tidak membalas sapaan kita. Padahal orang tersebut sudah melihat kita. Mari menyapa.

Mari kita menjadi orang yang rajin dan memberi sapaan kepada orang yang kita temui.

Filed under: Celotehan , , ,

Membangun image diri

Setelah tadi siang browsing di beberapa blog dan web, ada satu hal yang ku pikir “Hmm… Ternyata hal ini perlu juga diperhatikan”.

Apakah hal tersebut?
Hal ini berkaitan dengan media sosial. Sebagai contoh Facebook (Soalnya saya jarang pake yang lain). Seringkali kita membaca status-status dari teman-teman kita. Ada yang berisi kegiatan, acara, perasaan, ide, dll.

Hal yang saya tangkap dari apa yang saya baca adalah apa yang biasanya Anda utarakan itu yang akan membentuk persepsi orang terhadap diri seseorang. Lantas kenapa kita tidak menggunakan media seperti Facebook untuk membangun image diri kita? Seneng juga kan kalo ada orang yang menunggu status kita. Apalagi status kita berisi hal-hal yang positif, semangat, inspirasi, dll.

Orang-orang akan menganggap kita bahwa kita orang-orang yang positif. Ayo tulis status-status yang membangun image diri yang positif.

Filed under: Celotehan ,

Promosi

Hari ini aku mendapat berita kalo asisten departemenku dapat promosi untuk menjadi kepala departemen. Ikut seneng. Selamat ya pak. Hmm… Lantas kenapa bapak itu bisa mendapat promosi ya?
- Saya akui bapak itu rajin
- Dia bisa mengurusi banyak hal
- Total dalam bekerja
- DLL
Berarti harus belajar banyak hal nih.
Belajar dari sekarang dan mulai saat ini.

Filed under: Celotehan , , ,

Kalo mau search blog ini cukup ketik "Ririn Paris" atau "Ririnparis"... YM: ap_bless@yahoo.com Facebook: ap_bless@yahoo.com

Kalender ku

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

tulisanku

Blog Stats

  • 14,369 hits

Kategori

hmmmm

blog…..

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia